Sabtu, 19 Februari 2011

Benarkah ini Pyramid yang ada di Indonesia???

Posted On 20.13 by meteorfreakz.tk

Apakah ini Pyramid yang ada di Indonesia???

istilah gaib ada karena keterbatasan indera kita yg rata2 terkondisikan dg alam fisik.. sedikit percobaan sederhana untuk membuktikan keterbatasan indera kita, peralatannya sederhana cuma remote tv dan handphone kamera,ambil remote tv lalu arahkan bagian yg ada lednya ke kamera handphone sambil memencet salah satu tombol berulang-ulang, apa yang terjadi ternyata remote memancarkan cahaya infra merah yang tidak tertangkap oleh kondisi normal mata kita, itu baru infra merah belum lagi spektrum2 dan energi2 lain yg tersebar di seluruh alam semesta... nah untuk melampaui pengkondisian inderawi ini kita harus punya teknologi yang tepat untuk meng-unlocknya, ibarat hanphone yg dikunci oleh salah satu operator maka setelah di-unlock baru dapat menangkap semua sinyal dan menerima semua SIM card.. ;)
----------------------------

Perhatikan bukit ini, ini adalah salah satu bukit yg ada di Garut, tepatnya di desa Sakahurip dekat Wanaraja Garut, bukit ini mempunyai bentuk yg unik seperti Pyramid, sangat jelas terlihat keempat sisinya dan keempat sudutnya, bukit ini sudah diuji Geolistrik oleh teman2 dari BPPT dan PVMBG, dan sudah positif bahwa di dalam bukit ini ada Pyramidnya dgn susunan, tanah penutup sedalam 5 meter lalu batuan dan batu penyusun Puramid lalu didalamnya terlihat berongga, semoga bentuk bukit seperti ini bisa menginspirasi teman2 dari GN untuk mengamati daerah sekitarnya masing2.
Ciri2 bukit yg layak diamati:
1. Mempunyai 4 sisi dan 4 sudut dan mirip Pyramid, dan ujung atasnya sangat lancip
2. Daerahnya gak pernah longsor meskipun gak ada peohonannya
3. Angker dan aura mistisnya kuat
4. Ada banyak mitos gak nyambung yg beredar disitu, makin gak masuk akal mitosnya makin kuat leluhur ingin menutupi wilayah itu jadi makin layak diamati
5. Penduduk terdekat biasanya masyarakat yg tertinggal krn kuatnya aji kemayan yg bekerja maka daya pikir penduduk menjadi pendek alias logikanya menjadi pendek
6. Sering kliatan ada sinar yg melayang naik atau turun di bukit itu
7. Biasanya beredar kepercayaan klo bukit itu digali atau dirusak akan membuat desa terdekat terkena bencana, dan mitos inilah yg justru mengamankan Pyramid2 kita

Semoga, data-data ini bisa membantu semua teman2 di GN untuk mulai mengamati wilayah yg dilewati atau dimana saja yg sedang dilewati

....................................R A H A Y U _/\_ ........................................
----------------------------------



Bentuk Pyramid yg ada di Bandung, semoga bentuk-bentuk seperti ini dgn mudah dapat ditemukan didaerah terdekat saudara2 di GN, bukit ini biasanya di kamuflase oleh bukit2 yg lain.... RAHAYU..._/\_
----------------

Didunia ini banyak sekali nama-nama desa, kota bahkan negara yg menggunakan nama-nama Sansekerta, dan beberapa nama sansekerta yg digunakan tidak ada dalam perbendaharaan Sansekerta India,namun nama2 itu justru ada artinya di negri ini, keberadaan nama2 itu didukunf bukti dgn adanya cerita expansi keseluruh benua yg tergambar jelas di candi Penataran, maka pasti ada bukti2 kebesaran yg ada di negri ini, bukti2 kebesaran tadi pasti ditutupi pada saat era runtuhnya Mojopoit,maka kalau ada bangunan berperadaban tinggi di luar negri maka pasti ada bangunan sejenis di negri ini yg lebih besar dan lebih megah

Selain itu juga ada perbandingan terbalik dgn teori peradaban yg ada saat ini, karena seluruh situs ditimbun dan jadi hutan serta diberi aji kemayan (kekuatan yg dimiliki leluhur kita yg sanggup membuat orang gak sadar akan adanya situs besar disekitarnya dan membuat logika orang menjadi turun), maka masyarakat setempat yg tinggal di dekat situs akan terkena aji kemayan. Sehingga pola pikir mereka akan cenderung tertinggal, maka justru di daerah yg masyarakatnya tertinggal justru peradaban besar pernah ada

Dengan penjelasan ini semoga seluruh temen2 di GN mulai mengamati daerah yg tertinggal terutama di ujung timur negri ini
............rahayu....... _/\_

----------------
 Kepada Teman-teman yg mengenal Foto ini:
Foto ini dibuat oleh Anthonio Langlang buana di atas udara Wamena, yg merupakan deretan pegunungan Baliem, saya menangkap kuat ada getaran di daerah yg saya tandai, maka bagi saudara2 di Greget yg tahu posisi detail lokasi ini mohon dishare di sini, terutama koordinatnya dan nama bukit2 yg saya tandai
=================== R A H A Y U _/\_ ====================

----------------
 Pengujian Geolistrikoleh team TS bersama LIPI dan BPPT sudah selesai dan hasilnya positif Pyramid, setelah pengujian maka tahap berikutnya adalah penyingkapan tanah penutup lokasi, semoga dalam waktu dekat kita berhasil mengadakan negosiasi dgn pejabat terkait utk membuka kebesaran leluhur kita

==================== R A H A Y U ======================
-------------------
Bukit besar dengan bentuk limasan kerucut di daerah Jawa Barat ini tingginya lebih dari 300 meter, setelah di uji Geolistrik oleh tim Turangga Seta bersama dengan tim dari BPPT dan LIPI menunjukkan bahwa bukit besar tersebut POSITIF adalah PYRAMID, dari penelusuran sejarah peradaban diketahui bahwa bangunan ini berusia ribuan tahun sebelum masehi dari masa kejayaan Kerajaan Magadha (kerajaan induk Nuswantara jaman silam), masih ada ratusan koordinat serupa yang sudah ditandai oleh tim TS yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Memahami dan membuktikan bahwa Nuswantara awal dari peradaban dunia adalah bagian dari sistem Ketahanan Nasional yang paling mendasar, belajar dari tanah sendiri dan belajar dari LELUHUR sendiri ...Sura Dira Jayaningrat, Swuh Kabrasta den Pangastuti, Jaya-jaya Wijayanti ...Wijaya Nuswantara _/\_
------------------------------



Keberadaan Pyramid di tanah Tapanuli... bekas peninggalan Kerajaan apa ya??
--------------------

Bandung dulu adalah bekas kerajaan besar yg bernama Magada, Siti Hinggil ada di daerah dekat lapangan terbang, istana balekambang ada di daerah taman sari, sedangkan beberapa kacu mas atau Pyramid ada di sekitar Cimahi...inilah salah satu Kacumas yg ada di bekas kraton Magada
-------------------------------------------
Timbunan tanah "pyramid" deket kota, selanjutnya kita akan ekspedisi ke sana untuk membuktikan apakah benar ini pyramid atau gunung biasa ???... siapa yang mau ikutan ????... ayo di daftar di sini.... saratnya : akomodasi dan segala biaya ekspedisi kita tanggung bersama alias BBM hehehe.... harap makloom kita kan gak dibiayai siapapun.... termasuk pemerintah... kita putra-putra nuswantara yang cinta dan percaya kepada kebesaran leluhur sebagai nenek moyang kita... dan kita berupaya membuktikan kebenaran itu. 
----------------------------------
istilah gaib ada karena keterbatasan indera kita yg rata2 terkondisikan dg alam fisik.. sedikit percobaan sederhana untuk membuktikan keterbatasan indera kita, peralatannya sederhana cuma remote tv dan handphone kamera,ambil remote tv lalu arahkan bagian yg ada lednya ke kamera handphone sambil memencet salah satu tombol berulang-ulang, apa yang terjadi ternyata remote memancarkan cahaya infra merah yang tidak tertangkap oleh kondisi normal mata kita, itu baru infra merah belum lagi spektrum2 dan energi2 lain yg tersebar di seluruh alam semesta... nah untuk melampaui pengkondisian inderawi ini kita harus punya teknologi yang tepat untuk meng-unlocknya, ibarat hanphone yg dikunci oleh salah satu operator maka setelah di-unlock baru dapat menangkap semua sinyal dan menerima semua SIM card.. ;)
----------------------------------
Beberapa benda misterius yang terlihat terbang melayang yg diabadikan leluhur kita di candi Borobudur. Ada 2 UFO yg jelas tergambar dalam relief ini, yg pertama tepat di atas kuda yg berbentuk seperti piring terbang dan yg kedua berada di atas gajah, perhatikan kedua gambar itu, gambar UFO yg tergambar semuanya dalam posisi melayang jadi tanpa tiang penyangga ataupun tanpa tali penggantung, kedua bentuk benda ini juga membuat ketakutan 2 hewan yg tergambar (kuda dan gajah). Keberadaan kuda dan Gajah ini menunjukkan ke dua hewan ini ada di lapangan yg luas, krn bisa berlarian, sehingga tidak mungkin 2 benda misterius ini menempel pada dinding bangunan, maka kita perlu teliti ulang cerita yg ada di relief candi2 kita, krn selama ini cerita yg ada di atas ini dikatakan "RAMAYANA"...kita harus hapuskan cerita peramayanaan yg ada di candi2 kita agar cerita asli tentang kebesaran leluhur kita bisa muncul kembali
 ---------------------------------

Perhatikan relief ini, dikiri atas kapal terlihat ada seperti awan, namun kalau kita cocokkan dengan awan yang lain yg ada di candi ini maka akan terlihat awan ini sangat berbeda dibandingkan dgn awan2 yg lain yg ada di candi ini,awan ini lebih menyerupai benda angkasa yang terbang melayang yang mengikuti pasukan leluhur kita saat akan penaklukan, sehingga dapat disimpulkan ini bukan awan tapi merupakan bentuk UFO yang lain yg tergambar dengan sangat jelas di candi BOROBUDUR, untuk lebih jelasnya silahkan datang sendiri ke Candi Borobudu.....sekali lagi ini bukan cerita Ramayana seperti yg dinyatakan secara resmi oleh dinas terkait...semoga bermanfaat..............................
_/\_ rahayu....
------------------------------------
Bukit Kuning.. entah kenapa namanya disebut bukit kuning.. bentuknya mirip pyramid.. ketika saya sempatkan jalan2 tahun baru kemarin terlihat penampakan titik hitam.. saya tidak tau ini apakah debu yg menempel di kamera atau apa.??? ini terlihat hanya di dua foto ini.. logikanya jika ini kotoran yg menempel pasti terlihat juga difoto lain..
------------------------------------
Saya baru dari sini, di pantai Sibolga. Posisinya tidak jauh dari pinggir pantai tempat saya berdiri melihat pulau ini. tapi saya tidak naik boat ke sana. Kata penduduk setempat nama pulaunya Pulau SATUKUS. Jika diperhatikan, pulau ini mirip sekali seperti piramid yang tenggelam setengahnya. Tidak ada pantai sama sekali pada pinggir pulaunya karena memang bentuknya yang segitiga. Anehnya kata penduduk setempat banyak sekali lumba-lumba yang bermain-main di setiap pinggir pulau ini. Apakah mungkin di pulau semacam piramid ini dahulu leluhurnya akrab dengan lumba-lumba, sehingga masih banyak lumba-lumba yang bermain-main disini?
sumber :  foto di 
http://www.facebook.com/group.php?gid=184635981553444


Sabtu, 12 Februari 2011

Piramid di Eropa?

Posted On 14.20 by meteorfreakz.tk

Adakah Pyramid di Eropa ?

Seorang Arkeolog Bosnia, Mr Semir Osmanagic, telah memberi konfirmasi bahwa sejak pertengahan April 2006 lalu penggalian sudah mulai dilakukan. Kini beberapa terowongan yang diperkirakan merupakan pintu masuk dari Piramida telah terbuka. Rata-rata ruangan-ruangan pada piramida kini sudah dapat dimasuki beberapa pekerja dan para arkeolog. Tim Gabungan dari beberapa Arkeolog Australia, Austria, Skotlandia, dan Slovenia juga turut bagian dalam misi penggalian atas ketiga Piramida.



wah dari foto ini aja saya dah yakin kalo bukit itu tuh mang pyramid ...
keliatan banget ...

Para Tim Arkeolog yang bertanggung jawab penuh atas penggalian telah memutuskan untuk memberi nama pada piramida-piramida tersebut. Bukit Visocica yang merupakan tempat piramida utama diberi nama "Bosnian Sun Pyramid", sedangkan dua bukit yang lebih kecil disekitarnya, masing-masing diberi nama "Bosnian Moon Pyramid" dan "Bosnian Dragon Pyramid". Total di areal perbukitan ini terdapat tiga buah Piramida yang keseluruhan bangunannya telah ditutupi oleh lebatnya vegetasi disekelilingnya. Mengutip Pernyataan dari seorang Kepala Penggalian, Philip Coppens, Surat Kabar lokal Dnevni Avaz menyebutkan bahwa mungkin Piramida-Piramida ini dibuat oleh Perdaban Illyrians antara periode 12.000 S.M sampai 500 S.M. Didalam Argumennya, Coppens juga menjelaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya belum bisa menemukan sisa-sisa Organik, kayu dan batu bara disekitar areal Piramida, sehingga penelitian masih sulit untuk dilakukan dan mungkin beberapa analisa yang telah kami lontarkan belumlah sepenuhnya benar.



ngga mungkin banget kalo alam yang buat batu batu persegi tersebut ...
kalaupun bisa tidak sebanyak itu dan tidak kebetulan seperti itu ...

Jika benar Piramida-Piramida tersebut dibuat antara periode 12.000 S.M sampai 500 S.M, maka dimungkinkan pada ahir zaman es, peradaban manusia zaman dulu telah mampu membuat bangunan Kolosal semegah itu. Dari beberapa informasi penggalian diareal Perbukitan Visocica, penggalian atas situs purbakala tsb telah mengalami banyak perkembangan yang pesat. Para Tim Arkeolog kini telah berhasil menemukan beberapa trowongan lain disekitar areal lereng bukit, ruangan-ruangan didalam Piramida juga sudah banyak ditemukan, namun tidak ada satu mummi-pun ditemukan di Sun Piramid. Nampaknya Bosnian Sun Piramid memang bukan dibangun sebagai areal pemakaman Raja-Raja.

pemandangan pyramid bosnia dari atas ...


Para arkeolog percaya,bahwa penemuan Piramida di Visoko ini akan mempunyai implikasi lebih lanjut terhadap perubahan pengetahaun sejarah didunia. Dengan membandingkan teknik arsitekturnya, Bosnian Piramid mungkin saja dibangun oleh orang-orang sama yang juga telah ikut terlibat dalam pembuatan The Great Piramid Giza, dan mungkin saja Bosnian Piramid menjadi Piramid terakhir yang dibuat. Tetapi, perkiraan tsb mungkin saja salah, mungkin saja Bosnian Piramid malah lebih dulu dibangun dibandingkan Piramid di Giza. Bosnian Sun Piramid sendiri ditaksirkan memiliki tinggi 220 meter dengan lebar 70 meter, masih kalah besar dengan Piramid di Giza.




Para Tim Arkeologis yang tergabung dalam Yayasan Bosnian Sun Piramid telah mengagendakan rencana-rencana penelitian mereka terhadap tiga buah Bosnian Piramid antara tahun 2006 sampai 2010 nanti. Ditargetkan pada ahir 2007, sebagian besar penggalian terhadap Sun Piramid telah rampung dilaksanakan. Kemudian akan diteruskan dengan penggalian terhadap dua buah Piramid lainnya yaitu Moon Piramid dan Dragon Piramid. Untuk pertengahan tahun 2007 ini, Sun Piramid telah dibuka untuk umum. Kini,Piramid tersebut telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan manca negara.
sumber : http://www.klikunic.com/2008/09/adakah-pyramid-di-eropa.html


Jumat, 11 Februari 2011

Ternyata Islam Sudah Ada di Amerika Jauh Sebelum Kedatangan Colombus

Posted On 20.18 by meteorfreakz.tk


السلام عليكم . بِسْــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.

Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah (*)

Subhanallah….

Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol.

Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu.

Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

Cherokee syllabary”Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”

Sequoyah Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.

Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.

Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.

Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.