Senin, 14 Mei 2012

Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI

Posted On 08.30 by meteorfreakz.tk

 
 
Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.


Sumber:
Buku Emha http://www.goodreads.com/book/show/1380373.Iblis_Nusantara_Dajjal_Dunia


Senin, 27 Februari 2012

Indigo Community, Kumpulan Anak-anak Supranatural

Posted On 12.21 by meteorfreakz.tk

Nopiyanti

Senin, 27 Februari 2012

Mereka memiliki indera ke enam dan berkaitan dengan kemampuan Supranatural. Itulah Indigo Community...
Komunitas Indigo saat berkumpul/ Foto-foto: DokKomunitas Indigo saat berkumpul/ Foto-foto: Dok
Banyaknya anggapan anak-anak Indigo berkaitan erat dengan mistis di Indonesia, mengundang perhatian anak muda membentuk sebuah wadah curahan hati (curhat), konsultasi maupun sharing tentang Indigo.
Mereka membentuk sebuah group di jejaring sosial dengan menggunakan nama INDIGO Community (IC) saat kuliah di semester akhir. Salah satu foundernya adalah Arya Sencaki atau biasa disapa Caki.

"Di Indonesia anak Indigo selalu dikait-kaitkan dengan berbau mistis seperti dukun. Padahal berdasarkan sejarahnya tidak. Dukun atau paranormal bisa karena belajar. Indigo punya bakat dari kecil, salah satunya supranatural. Saya dan teman yang satu pemikiran pun membentuk IC. Tujuannya untuk wadah, curhat dan konsultasi tentang Indigo," imbuh Caki kepada TNOL di Tangerang, Jumat malam (24/2).

Caki dan temannya mendirikan komunitas tersebut tahun 2008 lalu. Sambutannya sangat luar biasa. Berbagai kalangan berminat gabung baik psikologi, dokter, arsitek, peneliti, anak-anak yang memiliki sifat interdimensional serta orangtua yang punya anak seperti itu.
Dalam sebuah kegiatanDalam sebuah kegiatanSampai saat ini anggota mereka sudah mencapai 1500 orang di seluruh nusantara. Dari sekian daerah, yang termasuk regional tiga besar adalah, Jabodetabek, Semarang dan Malang.

Berhubung aktivitas mereka lebih banyak dilakukan lewat jejaring sosial, mereka belum memiliki sekretariat. Meski begitu, komunitas ini kerap kumpul di rumah salah satu member atau di mal. Itupun durasinya tidak menentu. Seiring perkembangan waktu, mereka melakukan gathering setiap satu bulan sekali untuk sekedar bersilaturahmi. Atau membicarakan masalah-masalah terhangat yang sedang terjadi.

Tak lupa membahas mengenai Indigo dari sisi keilmuan. Menurut Caki, penelitian tentang Indigo sudah ada sejak tahun 60-70an. Bahkan spiritualis Ed Candra Kanic menyatakan, anak Indigo bisa disebut interdimensional. Sementara berdasarkan sejarah, Indigo adalah anak-anak yang memiliki gelombang alva sehingga orangnya sangat lincah, aktif dan energik.

Caki, Founder ICCaki, Founder ICDitambah lagi, cenderung lebih dewasa dengan sikap atau mentalnya, punya ide kreatif, tatapan mata dalam serta spiritualnya tinggi. Rata-rata anak Indigo mempunya ciri-ciri, intelegensia diatas 120, spiritual tinggi dan wisdom dalam.
"Dari penelitian yang ada, mereka punya misi khusus untuk menjadi apa. Apakah menjadi seorang humanis, sosial atau lainnya. Sifatnya mau memimpin dan punya visi misi terkait dengan orang banyak. Itu dicetuskan oleh anak yang masih berusia 11an tahun," jelas pria jebolan Micro Biologi UI ini.

Oleh karena itu, seseorang bisa dikatakan Indigo perlu dikaji dari wisdom, intelegensia dan apakah punya misi sosial besar di masyarakat. Bukan hanya dilihat dari sisi indera keenam saja. "Orang punya indera ke enam belum tentu Indigo, jadi perlu dikaji lagi," terang Caki.

Sebagai wadah, tempat curhat dan konsultasi tentang Indigo, IC kerap mengedukasi serta mensosialisasikan mengenai Indigo kepada masyarakat. Sampai-sampai mereka berani melaporkan salah satu tayangan (Indigo) di televisi swasta ke KPI lantaran isi tidak sesuai dengan pengertiannya.
Indigo CommunityIndigo CommunityTayangan lebih cenderung menampilkan hal-hal mistis ketimbang edukasi. Nah, banyaknya anggapan Indigo berkaitan dengan mistis membuat IC ingin lebih mengedepankan sisi edukasi. Mereka ingin menjadi sebuah organisasi yang memberi awarnes kepada masyarakat mengenai Indigo.

Mereka berencana mentransformasikan IC ke Indonesia Go. "Ini sedang dirintis, 18 Februari kemarin Kick Off nya, April rencana buat groupnya. Kita juga akan membuat blog, ya semoga Agustus nanti selesai," harap Caki semangat.
Bagi Anda yang berminat gabung di komunitas ini, IC sangat terbuka. Tinggal akses ke group mereka atau ke blog komunitasindigoindonesia.wordpress.com.(Sbh)

Sumber : http://www.tnol.co.id/id/community/interestgroup/12845-indigo-community-kumpulan-anak-anak-supranatural.html


Negara Asing Tak Senang Indonesia Maju

Posted On 12.15 by meteorfreakz.tk

gambar : http://johnbarban.com/wp-content/uploads/2010/02/danger.jpg

GORONTALO, KOMPAS.com — Banyak negara asing yang tidak senang jika Indonesia mengalami kemajuan pesat di bidang sains dan teknologi. Oleh karena itu, mereka dengan segala cara mencegah Indonesia untuk maju.
Demikian dikatakan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Ary Mochtar Pedju, saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Gorontalo, Senin (20/2/2012), di Gorontalo.
Kuliah umum tersebut diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo. ”Bagaimana seandainya industri pesawat terbang kita yang dikembangkan BJ Habibie terus berkembang sampai sekarang? Pasti Indonesia akan disegani dalam dunia penerbangan karena sudah mampu memproduksi pesawat terbang sendiri,” kata Ary di depan ratusan mahasiswa.
Ary menambahkan, seandainya industri pesawat terbang dalam negeri terus berkembang, banyak negara asing yang tidak akan suka. Negara-negara itu terutama adalah produsen pesawat terbang.
”Perlu kesungguhan dan kekompakan dari segala sektor untuk mengembangkan sains dan teknologi dalam negeri, seperti kesungguhan politik, kestabilan ekonomi, dan situasi yang stabil,” ucap Ary.
Ary membandingkan kemajuan pesat yang dialami China. Hal itu salah satunya disebabkan seluruh rakyat dan pemimpin China bersatu padu mendukung pengembangan sains dan teknologi. Di Indonesia, pengembangan sains dan teknologi bisa terhambat hanya gara-gara latar belakang politik.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2012/02/20/09251063/Negara.Asing.Tak.Senang.Indonesia.Maju